60 Ribu Warga Iran Tewas karena Tembakau



Ilustrasi
Pejabat Departemen Kesehatan Iran mengatakan, sekira 60 ribu orang di Iran sudah meninggal dunia karena rokok.

Pejabat Departemen Kesehatan Iran Kazim Nedafi menyatakan, bila tidak ada upaya pencegahan, korban jiwa dikabarkan akan meningkat menjadi 200 ribu dalam 20 tahun mendatang. Demikian seperti diberitakan Trend, Jumat (16/9/2011).

Media setempat melaporkan, sekira 17 juta warga Iran adalah perokok dan mayoritas perokok adalah pemuda.

Selain di Iran, jumlah para pemuda yang merokok di Amerika Serikat (AS) juga dinyatakan bertambah.

Para pemuda di AS umumnya adalah seorang pelajar dan sekira 14 hingga 16 ribu siswa dikabarkan gemar merokok di AS. Selain itu, diperkirakan pula satu dari 14 pemuda di AS, mengkonsumsi ganja.

Kasus rokok saat ini tampak menjadi perhatian yang cukup serius di dunia. Pada Agustus lalu di Filipina, sebanyak 4.628 warga ditahan selama dua bulan di penjara karena merokok di tempat umum.

Meski demikian, warga Filipina tampaknya lebih suka untuk membayar denda daripada harus menjalani hukuman. Setiap warga Filipina akan didenda 500 Peso atau sekira Rp100 ribu bila tertangkap merokok di tempat umum.(rhs)
[okezona]
 

0 komentar:

Poskan Komentar