Warga Cakung Temukan Cek Rp2,7 M



JAKARTA – Menemukan uang saat sedang berjalan kaki biasa dialami sebagian orang. Namun, bagaimana rasanya saat sedang berjalan tiba-tiba menemukan amplop berisi selembar cek senilai Rp2,7 miliar?

Itulah yang Meta (26) warga Cakung, Jakarta Timur. Karyawati di perusahaan swasta tersebut menemukan sebuah amplop warna cokelat berisikan dua lembar surat dan selembar cek dari Bank BCA senilai Rp2,7 miliar.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa malam kemarin sekira pukul 22.00 WIB saat hendak menuju rumah sepulang kerja. Dia pun melihat amplop cokelat di depan salah satu rumah warga dan langsung mengambilnya.

"Pas saya buka, ada selembar cek senilai Rp2,7 miliar dan saya sempat kaget. Namun, saya menduga kalau cek tersebut adalah palsu. Saya pun langsung mengabarkan hal ini ke kerabat dan teman-teman," kata Meta kepada okezone, Rabu (19/10/2011).

Cek yang diduga kuat palsu tersebut bertuliskan KCP Badung, Denpasar, Bali, beserta tulisan nominal Rp2,7 miliar. Di bawah bagian kiri cek tertulis nama Ir Chandra Kirana dan di sebelah kana nada tanda tangan dan stempel PT Express Artha Bali.

Sedangkan dua lembar kertas yang ada di dalam amplop tersebut bertuliskan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Pemerintah Kabupaten Badung dan selembar lagi dari Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Manokwari, Papua.

Kasus tersebut ternyata bukan kali pertama. Sebelumnya, banyak warga yang menemukan berkas serupa. Modusnya, si pelaku penyebar berkas palsu ini yang nomor teleponnya tercantum di dokumen akan mentransfer sejumlah uang sebagai tanda terima kasih. Ironisnya, rekening si penemu justru yang akan terkuras oleh aksi jahat pelaku.

"Saya juga mengalami kejadian seperti itu. Pada 20 Mei 2010 saya menemukan amplop cokelat di Jalan Pantura Kabupaten Tuban, kemudian saya membukanya dan ternyata berisi cek senilai 2,7 M atas nama Chandra Kirana dan terdapat stempel PT Express Artha Bali," terang seorang warga lain, Ida Kumalasari, saat berbagi kisah di salah satu jejaring sosial.

Waspadalah… Waspadalah…

0 komentar:

Poskan Komentar